
Warna yang ditata berkelindan, tidak terlihat sebagai suatu bentuk bahkan gradasi warna tidak ditampilkan. Warna terkonsentrasi ditengah bidang karya. Goresan warna tidak berbentuk itulah yang membimbing mata kita menelusuri karya yang terpajang. Tatanan warna memperlihatkan kerapian teknis, sehingga nampak mengisi keseluruhan bidang kanvas lukisnya.
Itulah ciri khas karya Yoyok Sahaja, salah seorang seniman yang berpameran di Unicorn Gallery, Wisma Geha, Jl Timor 10, Jakarta. Pameran berdua bersama Sindy Ponto ini memperlihatkan karya-karya terbaru Yoyok yang dikerjakannya selama 2025. Kekuatan warna menjadi tumpuan bagaimana mengejawantahkan pemikiran yang melintas dalam kesehariannya tentang harapan.
Pameran berjudul Evolving Realms akan dilaksanakan 13 September -26 Oktober 2025. Pameran yang mengambil tajuk emotions as layered cartographies ini pada dasarnya menanampilkan konsepsi tentang warna yang mengeksplorasi sistem kontrol dalam emosi yang menempatkan individu pada suatu posisi. Pameran ini berusaha untuk membebaskan diri dari cara berpikir tertentu. Pembukaan pameran akan dilakukan pada 13 September 2025, pukul 16.00 WIB.
Yoyok, demikian panggilan, harapan memberikan energi dan motivasi agar tercapainya tujuan. Menurutnya mencintai juga layaknya kekuatan elemen seperti badai ,ledakan gunung yang mempunyai kekuatan dahsyat.
“Kapasitas utk merasakan mengelola emosi , empati dan kemampuan untuk mencintai seperti itu, merupakan harapan yang harus dipelihara” ,ujar Yoyok, lulusan sekolah seni di Yogyakarta ini dalam pesan singkatnya.
Yoyok Sahaja dalam pameran kali ini melebur bentuk menjadi warna-warna yang mengisi bidang kanvasnya. Pameran berjudul Evolving Realms itu membuka pemikiran bagaimana warna menjadi medium dalam lukisannya. ***

