
Membicarakan kelestarian alam merupakan pembicaraan yang tidak ada putusnya. Pandangan humanis tentang alam beriringan dengan kerja-kerja manusia. Apa yang dilakukan secara subyektif dalam pandangan keseharian berhubungan dengan alam, khususnya alam sekeliling dimana kehidupan harus dihadapi. Inilah tantangan yang dihadapi dalam melestarikan bumi, tempat berpijak dalam kehidupan ini.
Kondisi alam yang selalu harus diperhatikan membutuhkan pelestarian kerja yang berkelanjutan. Subyektivitas kerja melestarikan alam oleh Natasha Laksmana, pelukis, yang menciptakan karya berdasarkan representasi pelestari bumi. Melukiskan figur yang melambangkan sosok yang hidup di wilayah adat. Berhubungan langsung dengan bumi. Bersentuhan dengan kehidupan alami.
Gambaran subyek itu dilukiskannya dalam potret yang demikian lugas, jelas dan eksistensinya terlihat. Potret perempuan adat, mengdapatasi dari sosok perempuan dengan bunga warna putih di telinga. Warna latar emas, dengan sosok perempuan berambut panjang warna hitam. Potret dengan pelukisan halus dari Natasha tentang perempuan ini mempertegas bagaimana konsep karya dengan maksud pameran menyatu.
Judul Pameran “In Exelsis” contemporary art exhibition, dibuka pada 10 January, 2026 oleh Mr. Imrusyamsi (Ketua Umum OK OCE Indonesia & Art Lovers) Seniman peserta: Ghanyleo, Gadis Dharsono, Syis Paindow, Firmina Mikael, Natasha Laksmana, Nieke, Dhona Artha, Erika Enda Ginting, Ihwan Fadhillah dan Mira Achiruddin. Pameran bertempat di Amuya Gallery , Jakarta. pameran akan berlangsung sampai 26 Januari 2026.
Menurut Natasha, kerja-kerja melestarikan bumi, melestarikan alam adalah kerja berkelanjutan tentang bagaimana orang menghadapi lingkungan. Subyektivitas dibutuhkan dalam mengendalikan, mengontrol dan menindak lanjuti kerja-kerja tersebut.
“Ciptaan Tuhan yang telah tumbuh ber-ratus-ratus, ber-ribu-ribu tahun, dihancurkan dalam sekejap mata, benar-benar inhumane. Memang lebih mudah merusak daripada membuat (easier to destroy than to create). Karena proses memang butuh di apresiasi” ,pungkas Natasha Laksmana, pelukis yang menjadi peserta pameran dalam pesan singkatnya. ***

