
Mengangkat gambar bergerak menjadi kelanjutan Sanggar Gandaria. Tempat workshop melukis anak-anak, serta mengarahkan ketrampilan untuk melukis merupakan bidang kerja sanggar ini. Tetapi kelanjutan visual selain gambar hasil anak-anak dalam workshop harian, Sanggar Gandaria mencoba membuat pengetahuan tentang pendidikan menggambar dan melukis menjadi pilihan utama. Mencoba pendekatan baru dengan membuat film yang berbasis dengan pendidikan menggambar pada anak-anak.
Cara sederhana untuk mengembangkan gagasan lebih menarik lagi dalam mengupas gambar. terutama gambar dalam posisi bergerak. Selain melibatkan anak-anak sanggar juga melibatkan guru serta para pelukis yan seringkali memberi workshop pada anak-anak. Selain tidak kaku produksi filmnya juga mempunyai daya terik tersendiri tentang pendidikan seni yang harus disampaikan pada anak-anak serta memberi pengetahuan baru buat orang tua yang sering kali mendampingi anaknya ke sanggar.
Menurut Erwin Setiawirawan, pendiri sekaligus pemimpin sanggar, bahwa fim ini dibuat untuk memberitahukan kepeda masyarakat tentang gagasan kseluruhan sanggar terhadap cara pengajaran menggambar yang dilakukan. Secara luas juga membuka peluang pengetahuan baru yang harus diperkenalkan ke publik tentang bagaimana menggambar dan melukis dengan gagasan anak-anak.
“Sebenarnya pengetahuan yang ada dalam sanggar disebar luaskan. Agar sanggar menjadi pusat pembelajaran serta mempunyai kualifikasi sebagai tempat mencari pengetahuan seni yang harus dikenali secara khas sanggar” ,ungkap Erwin ditengah produksi filmnya.
Film yang akan diluncurkan melalui media sosial Sanggar Gandaria ini sedang dipersiapkan secara menyeluruh secara teknis dan penggerak yang menjadi partisipan dalam film. Produksi film akan dipegang oleh Eddy Kamal. Sedangkan Sutradara dan cerita dikerjakan oleh Erwin Setiawirawan.***

