Categories Blog

Melukiskan Binatang Kesayangan

Bagaimana melukis melalui pendekatan binatang yang disayangi, proses serta tehnik pelukisan menjadi bagian terpenting. Juga penghayatan terhadap subyek, inilah yang memberi nilai komprehensif lukisan.

Caroline Dharmaprawira didepan karyanya pada pameran Kecil Itu Keren, TIM, 18-29 Juni 2025

Berpikir tentang bagaimana melukis mempunyai berbagai pendekatan yang sederhana. Hal ini dapat dilihat dari berbagai tema lukisan yang berkembang belakangan. Bahwa lukisan itu mengambil tema yang selalu ada di samping kiri atau kanan seniman, merupakan sesuatu yang memungkinkan, sedangkan proses membuatnya hak seniman untuk menorehkan diatas material lukisnya. Oleh sebab hal ini berdekatan dengan material apa yang cocok untuk penggambaran subyek yang dilukiskannya.

Itulah pendekatan subyektif dari gaya seniman berkreasi. Seluruh aktivitas kreasi seniman akan terlihat setelah lukisan itu jadi. Dibalik lukisan itu ada berbagai pendekatan proses yang terjadi. Salah satunya melukiskan hewan kesayangan. Penting atau tidak penting tentang hewan, akan hidup dalam pikiran seniman ketika binatang itu mempunyai kedekatan secara psikologis. bahkan ketika hewan itu tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan melukis seperti yang dijabarkan dua paragraf diatas dilakukan oleh Caroline Dharmaprawira, pelukis yang mempunyai pendekatan potrait hewan kesayangan. Salah satunya adalah anjing. Keseharian yang dekat dengan binatang satu ini menyebabkan seribu kisah terlahir. Berbagai cerita dapat dibagi ke sesama penyayang binatang. Hal itulah yang memberi kesaksian bagaimana anjing dapat dijadikan subyek dalam melukisnya.

Salah satu lukisan yang terlihat nyata adalah Zee, seekor anjing kesayangan yang dipelihara mulai dari kecil hingga dewasa. Binatang yang tidak pernah mau berpisah dengan dirinya. Hingga kemanapun Caroline selalu berusaha membawanya dalam bepergian. Zee adalah binatang tersayang yang selalu hidup. Maka ketika melukiskan diatas kertas dengan bahan pensil, nampaklah Zee ‘hidup’ mempunyai daya pikat kuat visualnya. Kelebihan pendekatan melukis seperti yang dilakukan Olin, demikian panggilan akrabnya, merupakan pendekatan konkret. Lalu bagaimanakah peran imajinasi pelukis dalam hal ini?

Jawaban ada pada kedalaman lukisan. Baik tehnik pembuatan, penggunaan material atau pada tahap akhir penyajian karya. Ketika hal-hal itu menyatu maka perwujudan karya akan menjadi menarik dan mempunyai orientasi estetik yang dapat dipertanggung jawabkan ketika memasuki ruang pamer. Olin, lulusan Institusi Pendidikan Tinggi Kristen Pensacola, jurusan Seni Rupa, yang letaknya di negara bagian Florida Amerika, berusaha melakukan pendekatan melukis dengan subyek sekeliling yang memberi dorongan untuk diabadikan diatas material lukis.

Itulah salah satu proses bagaimana melukis tidak harus meletakan energi imajinasi menjadi dominan. Tetapi pendekatan subyek yang harus melekat dalam bidang lukis yang hendak ditorehkan pada bidangnya, menjadi sangat penting. Caroline Dharmaprawira mempunyai gaya tersebut. Secara komprehensif melihat karya-karyanya melalui pameran tunggal yang akan dilakukannya, tinggal menunggu waktu yang tepat, untuk ditampilkan.***

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *