
Memaknai gambar layaknya mencermati harapan. Jika harapan terletak pada keinginan maka gambar ada pada tatap mata. Gambar terlihat pada sekitar kita mempunyai makna dan menempati ruang. Gambar dan harapan bergerak beriringan. Mengupas makna gambar menggunakan berbagai pendekatan mempermudah membuat pengertian. Tentang apa dibalik makna gambar. Sedangkan harapan yang terletak pada keinginan selalu saja mencari makna. Baik makna kejadian, makna dibalik peristiwa yang akhirnya bersumber pada makna kehidupan.
Sebagai seniman yang juga bekerja dan mengajar di BINUS University sejak tahun 2003, kemudian sejak 2011-2025, Hagung Sihag menjabat sebagai Ketua Program Studi Creative Advertising – School of Design, BINUS University. Lulusan Institut Seni Indonesia, Yogyakarta pada tahun 1992 dan meraih gelar Sarjana Seni Rupa (S.Sn) di bidang Desain Komunikasi Visual. Merangkai kembali karya-karya yang telah dilaluinya dengan membuat kodifikasi melalui pameran bertajuk VirtuArts.
VirtuArts menjadi ruang virtual yang ajek menampilkan aneka kreativitas dan ekspresi artistik yang berasal dari berbagai komunitas Binusian. Ruang ini dirancang untuk menjangkau khalayak luas, memberikan panggung bagi karya-karya inovatif Binusian, serta memungkinkan pengunjung untuk menikmati hasil kreasi visual tersebut kapan pun dan di mana pun.
Menurut Hagung, pameran yang dirancang secara virtual ini dapat dilihat melalui link BINUS.AC.ID/VIRTUARTS mulai tanggal 28 Oktober 2025. Membuka cara produksi desain melalui tehnik pengarsipan. Bagaimana mengolah gambar dengan ikon yang sudah ada lalu di akumulasi dengan gaya personal atau gaya kekinian. Sehingga tercipta desain baru yang lebih atraktif baik secara bentuk dan warna.
“Proses yang paling mendasar dari penciptaan adalah menghasilkan bentuk. Bentuk apapun, baik pada gambar, lukisan atau karya cipta alih wahana mempunyai satu pengertian. Kadang pengertian berada dibalik karya seni, kadang ada pada permukaan. Hal ini tergantung pada cara membacanya” ,ungkap Hagung Sihag yang telah 30 tahun mengajar bidang studi Advertising.
Arsip personal maupun arsip yang tertanam dalam memori publik semacam gambar tentang Petruk yang tersedia selalu terbuka untuk dikaji melalui pemahaman yang keilmuan. Melalui cara melihat proses dengan berbagai pendekatan karya dapat ditafsirkan dalam memaknai gambar atau desain.***

