Categories Blog

Firmina Mikael Mengekstraksi Warna

Dinamisasi warna dalam lukisan sangat dibutuhkan. Apalagi menyangkut gagasan penggunaan warna. Pemakaian tiap warna perlu dipikirkan untuk mendukung penerapan gagasan. Bagaimana melukis dengan menerapkan berbagai warna? Cara membubuhkan warna dan pencapaian terhadap medium kanvas sangat mendukung untuk mengatur warna tersebar dan sesuai dengan keinginan. Hingga tercipta kesesuaian gagasan dengan cara melukiskannya.

Teknik melukis yang menentukan hal tersebut. Satu teknik yang dikenal, tehnik pouring, dengan cara menyiramkan warna-warna yang dikehendaki di atas kanvas. Lalu memutar kanvas agar warna-warna yang dituang di atasnya menjadi merata. Butuh tenaga, konsentrasi dalam menggerakan bidang kanvas supaya warna-warna bergerak sesuai kehendak gagasan dari lukisan yang hendak diciptakan.

Tehnik pouring inilah yang selalu dilakukan oleh Firmina Mikael, pelukis yang menggunakan teknik lukis ini, untuk mengembangkan gagasannya dalam melukis. Beberapa kali pameran dengan gaya lukisan ini memberi kebanggan tersendiri. Karena terknik lukis ini jarang digunakan oleh pelukis lain. Paling menentukan dalam melukis gaya pencampuran warna yang dominan ini adalah membuat rasio warna di atas kanvas.

Firmina yang sebelumnya menekuni dunia fotografi yang fokus pada tema-tema human interest, memahami hal itu. Walaupun kadang gagal dalam membuat warna dalam pencampurannya. Kadar air dalam pencampuran yang menentukan pergerakan campur warna ketika warna sudah nberada di atas kanvas. Hal inilah yang menyebabkan kondisi pewarnaan terkesan encer atau kental. Akhirnya akan membuat lukisan cepat kering dan tidaknya.

“Tehnik pouring memberi dorongan menggerakan seluruh kanvas untuk membuat warna bergerak. Sehingga mengakibatkan konsentrasi warna di atas kanvas dapat terlihat jelas, pengolahan terhadap arah warna yang membentuk presisi diseluruh bidang lukis”,ungkap Firmina Mikael, ditengah persiapan pameran di KOI, Kemang, Jakarta.

Pameran yang akan berlangsung dari tanggal 21 November sampai tanggal 12 Desember 2025. Melibatkan 11 pelukis: Ghanyleo, Jono Sugiartono, Syis Paindow, Firmina Mikael, Natasha Laksmana, Budi Utomo, Deva, Dhona Artha, Nieke Erika Enda Ginting, Ekananda Haryadi, mengisi ruang pamer, lantai 3 tersebut. Pameran diselenggarakan oleh JIVA (Jakarta Illustration Visual Art). ***

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *