Categories Blog

Eksperimen Potrait

Lukisan potret Natasha dan modelnya

Eksplorasi potret tentang wajah perempuan cukup menantang untuk dilakukan. Apalagi memasuki anatomi antar ras, seakan secara detail, menjadikan tantangan menghadapi munculnya karakter potret, dalam bentuk lain daripada yang lain. Kecenderungan menggunakan warna hitan, yang paling banyak, serta latar emas, memperlihatkan pencarian struktur kedalaman visual potret.


Ketekunan dalam mencari makna terhadap wajah yang tiap saat diekplorasi di atas kanvasnya. Menggelitik Natasha Laksmana, pelukis perempuan, yang membuat eksperimen wajah-wajah perempuan, baik tokoh-tokoh zaman Yunani hingga tokoh-tokoh yang ada di zaman kini. Natasha mencoba mencari peluang terhadap apa yang dinamakan struktur baru wajah perempuan.


Salah satu karyanya dipamerkan bersama dengan judul November Rain. Pameran yang akan berlangsung dari tanggal 21 November sampai tanggal 12 Desember 2025. Melibatkan 11 pelukis: Ghanyleo, Jono Sugiartono, Syis Paindow, Firmina Mikael, Natasha Laksmana, Budi Utomo, Deva, Dhona Artha, Nieke Erika Enda Ginting, Ekananda Haryadi, mengisi ruang pamer, lantai 3 tersebut. Bertempat di Koi, Kemang, Jakarta. Pameran diselenggarakan oleh JIVA (Jakarta Illustration Visual Art).


Menurut Natasha, kadang menggunakan model atau foto ketika melukis mendapatkan presisi yang menarik dari keseluruhan lukisan. Bisa menghidupkan visual dengan tanda-tanda spesifik yang dapat dicerna dalam pembuatan bentuk wajah. Sehingga apa yang didapatkan dari penyatuan bentuk dan warna menjadi potret ideal seperti yang dibayangkan.


“Eksplorasi tentang potrait ini akan terus berlanjut. Saya hanya ingin menunjukan bahwa berbagai wajah perempuan khususnya dari tiap etnik itu berbeda-beda” ,tegas Natasha Laksmana, ditengah berlangsungnya pameran.***

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *