Categories Blog

Memang Paradox

Pengunjung sedang melihat karya pameran paradocs_2

Melihat keragaman karya-karaya lukis yang terpajang di ruang pamer, kadang menyenangkan, membuat keceriaan tersendiri. Apalagi dihadapkan dengan kekuatan karya lukis yang telah siap pamer. Tentu membuat kualitas pameran bertambah menarik. Selain itu pameran juga diperlihatkan dengan tema yang telah ditentukan, misalnya, tentang kota. Gambaran luas tentang kota akan terlihat dengan jelas dalam karya-karya yang dipamerkan.

Hal itu terlihat pada pameran Paradocs, pameran tahunan yang diselenggarakan untuk kedua kalinya, pameran yang menyajikan karya dari seniman lintas angkatan, baik seniman yang telah berpengalaman dan seniman muda yang baru saja menginjakan kariernya di dunia seni lukis. Paradocs memberi arti tersendiri dengan berkumpulnya seniman lintas angkatan, seperti memperlihatkan keriuhan kota dengan berbagai sisi kehidupannya.

Pameran yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta bertempat di Galeri Oesman Effendi dibuka pada tanggal 26 November 2025 dan pameran akan berlangsung hingga 1 desember 2025. Selain pameran program juga akan di selenggarakan dengan workshop cetak grafis dan seni patung dari kawat pada tanggal 29 November 2025. Serta akan diselenggarakan diskusi pada tanggal 30 November 2025.

Menurut Firman Lie, penulis dan kurator dalam pameran, bahwa tema pameran Paradocs kali ini adalah Run Wild, sebuah dorongan yang membuat gagasan tumbuh liar melebihi atau melampaui batas yang mapan. Ia bukan sikap estetis tetapi berpikir dan berkarya dengan sikap kendali tidak kaku. Pameran ini bukan sekadar mengajak melanggar batas, melainkan untuk menemukan denyut hidup dlam proses penciptaan kembali.

“Seni kadang harus tumbuh liar agar kita kembali menemukan makna kemanusian yang paling jujur” ,pungkas Firman Lie diakhir tulisan kurasinya.

Demikian catatan kuratorial yang terpajang pada pintu kaca sebelum masuk rung pamer, yang terpajang lukisan berderet berjarak kira-kira 20 cm sehingga terlihat karya terpajang dengan rapat mengelilingi seluruh tembok gedung ruang pamer. Karya berbagai ukuran ini memperlihatkan bagaimana sentuhan subyek karya tentang tema kota terlihat menonjol dan mendasari wacana paradocs yang terlihat paradox cara pajangnya. ***

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *