Ragamkita.com – Meeting, meeting, dan meeting. Duh, kerja kok isinya meeting terus. Setiap hari ada saja jadwal rapat alias meeting yang tercantum dalam agenda harian di kantor. Padahal tumpukan pekerjaan sudah menunggu untuk segera diselesaikan agar bisa pulang cepat atau setidaknya tepat waktu.
Tenang, ini bukan masalah kamu saja. Hampir setiap perusahaan sering menggelar rapat. Tanpa adanya meeting, keberlangsungan perusahaan atau organisasi menjadi terancam. Oleh karenanya, rapat perlu dilakukan rutin untuk mengevaluasi kinerja.
Namun, efek negatifnya seringkali meeting bikin waktu kerja para karyawan menjadi tersita.Tak hanya itu, meeting terlalu sering dapat menimbulkan efek psikologi bagi pekerja. Penasaran apa saja efek psikologi yang ditimbulkan akibat banyaknya meeting? Yuk disimak!
A. Fearing of Missing Out (FOMO)
Efek psikologi yang paling dirasakan saat kamu meeting tiada henti adalah rasa fearing of missing out alias FOMO. Apa itu? Kamu menjadi takut dan khawatir dihakimi peserta lain apabila tidak menghadiri undangan rapat.
Nah, hal ini diperparah dengan menyamakan kehadiran dalam meeting sebagai bentuk produktivitas. Bahkan, tak jarang yang menilai tatap muka saat rapat sebagai bentuk komitmen terhadap pekerjaan dan juga perusahaan.
B. Mere Urgency Effect
Apa itu mere urgency effect? Bahasa gampangnya kamu cenderung mendahulukan tugas gak penting tapi urgent, ketimbang tugas penting tapi gak ada deadline. Dengan kata lain, kamu mementingkan prioritas dibandingkan mana yang harus dikerjakan lebih dulu.
Apa hubungannya dengan meeting? Dengan hadir di rapat, kamu merasa telah menyelesaikan sebuah tugas. Kamu selalu menyempatkan untuk ikut karena merasa dibutuhkan meski pada saat yang bersamaan ada tugas yang lebih penting untuk diselesaikan.
C. Selfish Urgency atau Urgensiatas Ego Pribadi
Terlalu sering rapat dapat memunculkan bias selfish urgency atau ego sentries atas kebutuhan dan keinginannya sendiri. Tak heran jika atasan sering menjadwalkan pertemuan yang sesuai jadwal dirinya tanpa mempertimbangkan waktu tim.
Lalu bagaimana mengatasinya? Setiap pimpinan rapat wajib bertanya terkait waktu kepada anggota tim. Pengaturan waktu rapat juga menghindarkan kamu dari tabrakan atau crash dengan jadwal yang lainnya. Niscaya meeting akan berjalan lebih produktif jika waktunya atas kesepakatan bersama.
D. Pluralistic Ignorance
Kamu mungkin pernah langsung menyetujui keputusan saat meeting sedang berlangsung. Kamu memilih iya-iya saja tanpa dipikir-pikir lagi karena capek dan lelah dengan padatnya jadwal pertemuan di sana-sini. Apakah kamu pernah begitu?
Dari sisi psikologi, hal ini disebut pluralistic ignorance atau disebut ketidaktahuan pluralistik. Kondisi di mana kamu mengabaikan sesuatu yang sebenarnya dianggap salah karena takut menjadi satu-satunya orang yang gak setuju.
E. Meeting Amnesia
Pernahkah kamu lupa dengan tema yang dibahas saat meeting minggu kemarin? Kalau pernah. itu namanya meeting amnesia. Terlalu banyaknya jadwal rapat membuat kamu menjadi lupa dengan topic pembicaraan rapat yang digelar setiap minggu.
Di sini pentingnya ringkasan pembahasan rapat untuk dibagikan kepada peserta meeting agar bisa dipelajari. Selain itu meeting setidaknya dibuat lebih interaktif sehingga suasananya jadi hangat dan peserta tak mudah lupa dengan yang dibahas.
Itu dia efek psikologi yang ditimbulkan dari banyaknya meeting atau rapat di kantor. Bagaimana, sudah siap meeting hari ini? Yuk, persiapkan diri dan jangan taku tmenyampaikan pendapat ya.

